SKEMA SERTIFIKASI

1. Staf SDM

Unit Kompetensi

  1. Menyusun Uraian Jabatan
  2. Melaksanakan Administrasi Jaminan Sosial
  3. Melakukan Administrasi Pengupahan
  4. Melaksanakan Administrasi Kebijakan MSDM
2. Staf Rekrutmen dan Seleksi SDM

Unit Kompetensi

  1. Menyusun Uraian Jabatan
  2. Melakukan Administrasi Jaminan Sosial
  3. Melaksanakan Analisis Beban Kerja
  4. Melakukan Proses Rekrutmen
3. Staf Sistem Informasi Pekerja

Unit Kompetensi

  1. Menyusun Uraian Jabatan
  2. Melaksanakan Administrasi Jaminan Sosial
  3. Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP)
  4. Memfasilitasi Penggunaan Sistem Informasi Pekerja
4. Supervisor SDM

Unit Kompetensi

  1. Menyusun Uraian Jabatan
  2. Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) MSDM
  3. Menyusun Sistem Remunerasi
  4. Menyusun Kebutuhan Pembelajaran dan Pengembangan
  5. Membuat Kesepakatan Kerja
5. Supervisor Hubungan Industrial

Unit Kompetensi

  1. Menyusun Uraian Jabatan
  2. Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) MSDM
  3. Mengelola Proses Pelaksanaan Tindakan Disiplin
  4. Memfasilitasi Pengelolaan Kepuasan Dan Keterlekatan Pekerja
  5. Mengelola Pelaksanaan Alihdaya atau Outsourcing
6. Kepala Bagian SDM

Unit Kompetensi

  1. Menyusun Uraian Jabatan
  2. Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) MSDM
  3. Mengelola Proses Perumusan Indikator Kinerja Individu
  4. Menyusun Kebutuhan Pembelajaran dan Pengembangan
  5. Melakukan Proses Rekrutmen
  6. Menyusun Sistem Remunerasi
  7. Melaksanakan Kegiatan Pembelajaran dan Pengembangan
  8. Membuat Kesepakatan Kerja
  9. Menangani Keluhan Pekerja
  10. Mengelola Proses Pelaksanaan Tindakan Disiplin
7. Kepala Bagian Hubungan Industrial

Unit Kompetensi

  1. Menyusun Uraian Jabatan
  2. Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) MSDM
  3. Mengelola Proses Perumusan Indikator Kinerja Individu
  4. Menyusun Kebutuhan Pembelajaran dan Pengembangan
  5. Membuat Kesepakatan Kerja
  6. Menyusun Peraturan Perusahaan dan/atau Perjanjian Kerja Bersama
  7. Membangun Komunikasi Organisasi yang Efektif
  8. Menangani Keluhan Pekerja
  9. Mengelola Proses Pelaksanaan Tindakan Disiplin
  10. Melaksanakan Proses Pemutusan Hubungan Kerja
8. Kepala Bagian Pelatihan dan Pengembangan

Unit Kompetensi

  1. Menyusun Uraian Jabatan
  2. Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) MSDM
  3. Mengelola Proses Perumusan Indikator Kinerja Individu
  4. Menyusun Kebutuhan Pembelajaran dan Pengembangan
  5. Mengelola Program Orientasi Kerja
  6. Merancang Program Pembelajaran dan Pengembangan
  7. Melaksanakan Kegiatan Pembelajaran dan Pengembangan
  8. Mengevaluasi Pelaksanaan Program Pembelajaran dan Pengembangan
  9. Mengelola Kegiatan Assesmen
  10. Mengelola Program Pengembangan Kelompok Pekerja Bertalenta (Talent Pool)
9. Kepala Bagian Remunerasi

Unit Kompetensi

  1. Menyusun Uraian Jabatan
  2. Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) MSDM
  3. Mengelola Proses Perumusan Indikator Kinerja Individu
  4. Menyusun Kebutuhan Pembelajaran dan Pengembangan
  5. Menyusun Grading Jabatan
  6. Menyusun Sistem Remunerasi
  7. Menentukan Upah Pekerja
  8. Merumuskan Program Insentif dan/atau Bonus
  9. Menindaklanjuti Hasil Penilaian Kinerja Individu
  10. Menyiapkan Data Penyusunan Anggaran Tahunan SDM
10. Manajer SDM

Unit Kompetensi

  1. Menyusun Uraian Jabatan
  2. Melaksanakan Analisis Beban Kerja
  3. Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) MSDM
  4. Menyusun Grading Jabatan
  5. Mengelola Proses Perumusan Indikator Kinerja Individu
  6. Menyusun Kebutuhan Pembelajaran dan Pengembangan
  7. Merumuskan Strategi dan Kebijakan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
  8. Merumuskan Proses Bisnis serta Tugas dan Fungsi dalam Organisasi
  9. Menyusun Kebutuhan SDM
  10. Menyusun Sistem Remunerasi
  11. Menentukan Upah Pekerja
  12. Merancang Program Pembelajaran dan Pengembangan
  13. Mengelola Program Suksesi
  14. Menyusun Peraturan Perusahaan dan/atau Perjanjian Kerja Bersama
  15. Membangun Komunikasi Organisasi yang Efektif
11. Manajer Hubungan Industrial

Unit Kompetensi

  1. Menyusun Uraian Jabatan
  2. Melaksanakan Analisis Beban Kerja
  3. Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) MSDM
  4. Menyusun Grading Jabatan
  5. Mengelola Proses Perumusan Indikator Kinerja Individu
  6. Menyusun Kebutuhan Pembelajaran dan Pengembangan
  7. Menyusun Peraturan Perusahaan dan/atau Perjanjian Kerja Bersama
  8. Membangun Komunikasi Organisasi yang Efektif
  9. Menjalin Kerjasama Pengusaha dan Pekerja
  10. Menjalin Kerjasama Tripartit
  11. Menangani Keluhan Pekerja
  12. Mengelola Proses Pelaksanaan Tindakan Disiplin
  13. Memfasilitasi Pengelolaan Kepuasan Dan Keterlekatan Pekerja
  14. Mengelola Pelaksanaan Alihdaya atau Outsourcing
  15. Menyelesaikan Mogok Kerja dan/atau Lock-out
12. General Manajer SDM

Unit Kompetensi

  1. Merumuskan Strategi dan Kebijakan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
  2. Merumuskan Proses Bisnis serta Tugas dan Fungsi dalam Organisasi
  3. Merumuskan Perubahan Strategis Organisasi
  4. Merumuskan Budaya Organisasi
  5. Mengevaluasi Efektivitas Struktur Organisasi
  6. Membangun Komunikasi Organisasi yang Efektif
  7. Mengevaluasi Efektivitas Strategi dan Kebijakan MSDM
  8. Menetapkan Rencana Kegiatan dan Anggaran MSDM
  9. Merancang Desain Organisasi
  10. Mengelola Proses Perubahan (Change Management)
  11. Mengelola Proses Pengembangan Budaya Organisasi
  12. Menyusun Sistem Remunerasi
  13. Menyusun Kelompok Pekerja Bertalenta (Talent Pool)
  14. Merancang Jalur Karir Pekerja
  15. Mengelola Program Suksesi
1. Petugas Administrasi Jaminan Sosial

Unit Kompetensi

  1. Mengurus Program Jaminan Kecelakaan Kerja Pekerja Penerima Upah
  2. Mengurus Program Jaminan Kematian Pekerja Penerima Upah
  3. Mengurus Program Jaminan Hari Tua Pekerja Penerima Upah
  4. Mengurus Program Jaminan Pensiun bagi Pekerja Penerima Upah
  5. Mengurus Program Jaminan Kesehatan Pekerja Penerima Upah
  6. Mengurus Program Kecelakaan Kerja Bukan Penerima Upah
  7. Mengurus Program Jaminan Kematian Bukan Penerima Kerja
  8. Mengurus Program Jaminan Hari Tua Bukan Penerima Upah
  9. Mengurus Program Jaminan Kesehatan Bukan Penerima Upah
2. Petugas Pembimbing Kepesertaan Program
Jaminan Sosial

Unit Kompetensi

  1. Mengurus Program Jaminan Kecelakaan Kerja Pekerja Penerima Upah
  2. Mengurus Program Jaminan Kematian Pekerja Penerima Upah
  3. Mengurus Program Jaminan Hari Tua Pekerja Penerima Upah
  4. Mengurus Program Jaminan Pensiun Pekerja Penerima Upah
  5. Mengurus Program Jaminan Kesehatan Pekerja Penerima Upah
  6. Mengurus Program Jaminan Hari Tua Bukan Penerima Upah
  7. Merencanakan Penyajian Materi Pelatihan Kerja
  8. Merancang Media Pembelajaran
  9. Melaksanakan Pelatihan Tatap Muka (Face To Face)
3. Penata Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial

Unit Kompetensi

  1. Membuat Perjanjian Kerja Bersama
  2. Memastikan Penerapan Prinsip Non Diskriminasi
  3. Melakukan Negosiasi Hubungan Industrial
  4. Mengelola Keluh Kesah di Perusahaan
  5. Melakukan Pemutusan Hubungan Kerja
  6. Menangani Mogok Kerja
  7. Menyelesaikan Perselisihan Hubungan Industrial
  8. Melakukan Deteksi Dini Kerawanan Hubungan Industrial
4. Penata Pembuatan Perjanjian Kerja

Unit Kompetensi

  1. Membuat Perjanjian Kerja Bersama
  2. Memastikan Penerapan Prinsip Non Diskriminasi
  3. Melakukan Negosiasi Hubungan Industrial
  4. Membuat Perjanjian Kerja
  5. Membuat Peraturan Perusahaan
  6. Memfasilitasi Penerapan Prinsip Non Diskriminasi
  7. Menyusun Struktur dan Skala Upah
  8. Mengelola Penyediaan Fasilitas Pekerja
5. Penata Penyusunan Remunerasi

Unit Kompetensi

  1. Membuat Perjanjian Kerja Bersama
  2. Memastikan Penerapan Prinsip Non Diskriminasi
  3. Melakukan Negosiasi hubungan Industrial
  4. Menyusun Struktur dan Skala Upah
  5. Meninjau Upah Secara Berkala
  6. Mengelola Pemberian Tunjangan Pekerja
  7. Menghitung Upah Kerja Lembur
  8. Mengelola Pemberian Benefit Pekerja
6. Penata Kelembagaan Hubungan Industrial

Unit Kompetensi

  1. Membuat Perjanjian Kerja Bersama
  2. Memastikan Penerapan Prinsip Non Diskriminasi
  3. Melakukan Negosiasi hubungan Industrial
  4. Membentuk Serikat Pekerja / Serikat Buruh
  5. Mengelola Serikat Pekerja / Serikat Buruh
  6. Melakukan Verifikasi Keanggotaan Serikat Pekerja / Serikat Buruh
  7. Mengembangkan Lembaga Kerja Sama Bipartit
  8. Mengembangkan Lembaga Kerja Sama Tripartit
7. Penyuluh Hubungan Industrial

Unit Kompetensi

  1. Membuat Perjanjian Kerja Bersama
  2. Memastikan Penerapan Prinsip Non Diskriminasi
  3. Melakukan Negosiasi hubungan Industrial
  4. Merencanakan Penyajian Materi Pelatihan Kerja
  5. Merancang Media Pembelajaran
  6. Melaksanakan Pelatihan Tatap Muka (Face To Face)
  7. Mengembangkan Lembaga Kerjasama Bipartit
  8. Membuat Perjanjian Kerja
8. Analis Remunerasi

Unit Kompetensi

  1. Melakukan Audit Hubungan Industrial
  2. Membuat Peraturan Perusahaan
  3. Memfasilitasi Penerapan Prinsip Non Diskriminasi di Tempat Kerja
  4. Menyusun Struktur dan Skala Upah
  5. Membangun Komunikasi Yang Harmonis di Perusahaan
  6. Melakukan Negosiasi Hubungan Industrial
  7. Membuat Instrumen Kajian dan Analisis Kebijakan
  8. Melakukan Pengumpulan Data dan Informasi Untuk Kajian dan Analisis Kebijakan
  9. Menyusun Laporan Kajian dan Analisis Kebijakan
  10. Memastikan Penerapan Prinsip Non Diskriminasi
  11. Meninjau Upah Secara Berkala
  12. Mengelola Pemberian Tunjangan Pekerja
  13. Mengelola Pemberian Benefit Pekerja
  14. Mengelola Penyediaan Fasilitas Pekerja
9. Analis Pencegahan dan Penyelesaian PHI

Unit Kompetensi

  1. Melakukan Audit Hubungan Industrial
  2. Membuat Peraturan Perusahaan
  3. Memfasilitasi Penerapan Prinsip Non Diskriminasi di Tempat Kerja
  4. Menyusun Struktur dan Skala Upah
  5. Membangun Komunikasi Yang Harmonis di Perusahaan
  6. Melakukan Negosiasi Hubungan Industrial
  7. Membuat Instrumen Kajian dan Analisis Kebijakan
  8. Melakukan Pengumpulan Data dan Informasi Untuk Kajian dan Analisis Kebijakan
  9. Menyusun Laporan Kajian dan Analisis Kebijakan
  10. Mengelola Keluh Kesah di Perusahaan
  11. Menegakkan Disiplin Pekerja di Perusahaan
  12. Melakukan Deteksi Dini Kerawanan Hubungan Industrial
  13. Menyelesaikan Perselisihan Hubungan Industrial Secara Bipartit di Perusahaan
  14. Menangani Mogok Kerja
10. Auditor Hubungan Industrial

Unit Kompetensi

  1. Membentuk Serikat Pekerja / Serikat Buruh
  2. Mengembangkan Lembaga Kerja Sama Biparit
  3. Melakukan Audit Hubungan Industrial
  4. Membuat Perjanjian Kerja Bersama
  5. Menyerahkan Sebagian Pelaksanaan Pekerja Kepada Perusahaan Lain
  6. Menyusun Struktur dan Skala Upah
  7. Melakukan Pemutusan Hubungan Kerja
  8. Mengelola Keluh Kesah di Perusahaan
  9. Menyelesaikan Perselisihan Hubungan Industrial Secara Biparti di Perusahaan
  10. Merancang Strategi Pengendalian Risiko K3 di Tempat Kerja
  11. Memastikan Penerapan Prinsip Non Diskriminasi
  12. Meninjau Upah Secara Berkala
  13. Membuat Perjanjian Kerja
  14. Membuat Peraturan Perusahaan
  15. Melakukan Deteksi Dini Kerawanan Hubungan Industrial
11. Konsultan Hubungan Industrial

Unit Kompetensi

  1. Melakukan Audit Hubungan Industrial
  2. Mengembangkan Desain Hubungan Industrial
  3. Memastikan Penerapan Prinsip Non Diskriminasi
  4. Melakukan Negoisasi Hubungan Industrial
  5. Membuat Peraturan Perusahaan
  6. Membuat Perjanjian Kerja Bersama
  7. Menyusun Desain Kajian dan Analisis Kebijakan
  8. Menyusun Rekomendasi Kebijakan
  9. Melakukan Riset
  10. Membentuk Serikat Pekerja/Serikat Buruh
  11. Melakukan Pemutusan Hubungan Kerja
  12. Menyelesaikan Perselisihan Hubungan Industrial Secara Bipartit di Perusahaan
  13. Melakukan Persiapan Pekerjaan Jasa Konsultasi
  14. Membangun Prosedur Pengumpulan Data Persiapan Kegiatan Konsultasi
  15. Mengoordinasikan Pekerjaan Konsultasi
  16. Meyakinkan Pelanggan Atas Rekomendasi yang Diberikan
12. Ahli Hubungan Industrial

Unit Kompetensi

  1. Melakukan Audit Hubungan Industrial
  2. Mengembangkan Desain Hubungan Industrial
  3. Memastikan Penerapan Prinsip Non Diskriminasi
  4. Melakukan Negoisasi Hubungan Industrial
  5. Membuat Peraturan Perusahaan
  6. Membuat Perjanjian Kerja Bersama
  7. Menyusun Desain Kajian dan Analisis Kebijakan
  8. Menyusun Rekomendasi Kebijakan
  9. Melakukan Riset
  10. Mempresentasikan Hasil Kajian
  11. Mengelola Serikat Pekerja/Serikat Buruh
  12. Mengelola Lembaga Kerja Sama Tripartit
  13. Memfasilitasi Penerapan Prinsip Non Diskriminasi
  14. Membangun Komunikasi yang Harmonis di Perusahaan
  15. Mengelola Keluh Kesah di Perusahaan
  16. Melakukan Deteksi Dini Kerawanan Hubungan Industrial
1. Promotor Produktivitas

Unit Kompetensi

  1. Melakukan Sosialisali Produktivitas
  2. Melakukan Persuasi Produktivitas
  3. Mengkoordinasikan Peningkatan Partisipasi Produktivitas (Internalisasi)
  4. Merencanakan Pelaksanaan Peningkatan Produktivitas
  5. Membuat Materi Presentasi
  6. Merumuskan Kriteria dan indikator keberhasilan peningkatan kesadaran produktivitas
  7. Mengorganisasikan peningkatan produktivitas
  8. Mengorganisir penyediaan sarana dan prasarana peningkatan produktivitas
2. Penyuluh Produktivitas

Unit Kompetensi

  1. Melakukan Sosialisali Produktivitas
  2. Melakukan Persuasi Produktivitas
  3. Mengkoordinasikan Peningkatan Partisipasi Produktivitas(Internalisasi)
  4. Merencanakan Pelaksanaan Peningkatan Produktivitas
  5. Membuat Materi Presentasi
  6. Merumuskan Kriteria dan indikator keberhasilan peningkatan kesadaran produktivitas
  7. Merumuskan keterlibatan pihak terkait dalam rangka peningkatan Produktivitas
  8. Menginventarisir kebutuhan sarana dan prasarana peningkatan produktivitas
3. Pengukur Produktivitas

Unit Kompetensi

  1. Mengorganisasikan Peningkatan Produktivitas
  2. Melaksanakan Penilaian Kinerja Organisasi dalam Rangka Penghargaan Produktivitas
  3. Melakukan Pengukuran Produktivitas
  4. Menentukan Baseline Produktivitas
  5. Menerapkan Kerjasama dengan Kolega/ Pelanggan
  6. Membimbing Penerapan Alat, Teknik dan Metode Peningkatan Produktivitas
  7. Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Produktivitas
  8. Melakukan Benchmarking Pada Industri Sejenis
4. Auditor Peningkatan Kinerja & Produktivitas

Unit Kompetensi

  1. Mengorganisasikan Peningkatan Produktivitas
  2. Melaksanakan Penilaian Kinerja Organisasi dalam Rangka Penghargaan Produktivitas
  3. Melakukan Pengukuran Produktivitas
  4. Menentukan Baseline Produktivitas
  5. Menerapkan Kerjasama dengan Kolega/ Pelanggan
  6. Melaksanakan Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan dalam Rangka Peningkatan Produktivitas
  7. Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Peningkatan Produktivitas
  8. Melakukan Benchmarking Pada Industri Sejenis
5. Konsultan Produktivitas

Unit Kompetensi

  1. Mengelola Pelanggan Konsultan (Client)
  2. Memasarkan Produk Jasa Konsultasi Kepada Pelanggan
  3. Menyusun Dokumen Konsultasi
  4. Melakukan Persiapan Pekerjaan Jasa Konsultasi
  5. Merumuskan Kriteria dan Indikator Keberhasilan Peningkatan Kesadaran Produktivitas
  6. Melakukan Analisis Faktor Keberhasilan Peningkatan Kesadaran Produktivitas
  7. Melakukan Pengukuran Produktivitas
6. Pembina Peningkatan Produktivitas

Unit Kompetensi

  1. Mengelola Pelanggan Konsultan (Client)
  2. Memasarkan Produk Jasa Konsultasi Kepada Pelanggan
  3. Menyusun Dokumen Konsultasi
  4. Melakukan Persiapan Pekerjaan Jasa Konsultasi
  5. Melaksanakan Koordinasi Dengan Pemangku Kepentingan Dalam Rangka Peningkatan Produktivitas
  6. Melakukan Pengukuran Produktivitas
  7. Merumuskan Keterlibatan Pihak Terkait Dalam Rangka Peningkatan Produktivitas
7. Ahli Produktivitas

Unit Kompetensi

  1. Mengorganisasikan Peningkatan Produktivitas
  2. Merumuskan Keterlibatan Pihak Terkait Dalam Rangka Peningkatan Produktivitas
  3. Melaksanakan Koordinasi Dengan Pemangku Kepentingan Dalam Rangka Peningkatan Produktivitas
  4. Menganalisis Hasil Pengukuran Produktivitas
  5. Memecahkan Masalah Di Tempat Kerja
  6. Melakukan Riset
  7. Merumuskan Kriteria dan Indikator Keberhasilan Peningkatan Kesadaran Produktivitas
  8. Melakukan Analisis Faktor Keberhasilan Peningkatan Kesadaran Produktivitas
  9. Menyiapkan Instrumen Penilaian Kinerja Organisasi Dalam Rangka Penghargaan Produktivitas
8. Spesialis Produktivitas

Unit Kompetensi

  1. Mengorganisasikan Peningkatan Produktivitas
  2. Merumuskan Keterlibatan Pihak Terkait Dalam Rangka Peningkatan Produktivitas
  3. Melaksanakan Koordinasi Dengan Pemangku Kepentingan Dalam Rangka Peningkatan Produktivitas
  4. Menganalisis Hasil Pengukuran Produktivitas
  5. Memecahkan Masalah Di Tempat Kerja
  6. Melakukan Riset
  7. Merumuskan Kriteria dan Indikator Keberhasilan Peningkatan Kesadaran Produktivitas
  8. Melakukan Analisis Faktor Keberhasilan Peningkatan Kesadaran Produktivitas
  9. Merumuskan Keterlibatan Pihak Terkait Dalam Rangka Peningkatan Produktivitas